Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mtb) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kurangnya pengetahuan tentang TBC dan cara penanggulangannya menjadi faktor penting dalam penyebaran penyakit ini. Terbatasnya informasi yang tersedia, menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mengenali gejala dan risiko penularan TBC. Selain itu, stigma sosial terhadap penderita TBC juga masih sangat kuat di kalangan masyarakat, menyebabkan banyak penderita enggan mencari bantuan medis dan merasa terisolasi.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis maka Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala serta lintas sektor lainnya berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi “Kampung Peduli TB” yang dilaksanakan di Kecamatan Wanaraya (Senin, 14 Mei 2024) dengan Desa Roham Raya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala sebagai Desa Percontohan untuk Kampung Peduli TB di Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan dihadiri oleh 40 orang peserta dan dibuka oleh Kasi P2MKL Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Rizky Naufal, S.Kep.Ns. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi Sosialisasi Kampung Peduli TB oleh narasumber dari Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Risnawati, SKM. Setelah pelaksanaan sosialisasi dilanjutkan dengan Pembentukan Tim Kerja Kampung Peduli TB dan menyusun kesepakan dan Rencana Tindak lanjut.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tentang TBC, termasuk gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Selain itu, pembentukan kampung peduli TBC juga bertujuan untuk mengurangi stigma, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat bagi penderita, mendukung deteksi dini dan diagnosa yang cepat serta meningkatkan tingkat pengobatan dan kepatuhan sehingga diharapkan dapat mengurangi angka penularan dan menurunkan angka kematian akibat TBC di masyarakat.

Dengan memperkuat kesadaran masyarakat dan menggalang dukungan bersama, diharapkan kampung Peduli TB dapat menjadi contoh dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, lembaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kampung peduli TBC yang efektif dan berkelanjutan.