Seorang OT sebelumnya berangkat ke Pulau Jawa untuk bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) setelah memperoleh informasi pekerjaan melalui media sosial Facebook. Keberangkatan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga, dengan harapan dapat bekerja dan memperoleh penghasilan.

Setelah kurang lebih delapan bulan bekerja sebagai ABK, OT merasa tidak tahan dengan kondisi pekerjaan sehingga memutuskan untuk berhenti. Dalam kondisi tersebut, uang dan telepon seluler milik OT dibawa oleh temannya, sehingga OT mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Akibatnya, keluarga kehilangan kontak dengan OT selama kurang lebih dua bulan.

Sebelumnya, keluarga sempat menerima kiriman lokasi dari OT yang berada di wilayah Jawa. Karena tidak kunjung mendapatkan kabar, keluarga awalnya menduga telepon seluler OT mengalami kerusakan. Kekhawatiran keluarga semakin meningkat sehingga muncul rencana untuk menyusul OT ke Surabaya guna mencari dan memastikan keberadaannya secara langsung.

Dalam proses pencarian dan penanganan, dilakukan koordinasi dengan pihak terkait hingga akhirnya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin memberikan bantuan dalam proses pemulangan OT. Melalui koordinasi dan sinergi antarinstansi tersebut, OT akhirnya dapat dipulangkan ke Kabupaten Barito Kuala untuk kembali berkumpul bersama keluarganya.

Kepulangan OT disambut dengan penuh haru oleh keluarga. Momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri setelah keluarga selama kurang lebih dua bulan menanti kabar dan memastikan keberadaan OT. Proses pemulangan ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antar-Dinas Sosial dalam memberikan perlindungan serta pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam penanganan dan pemulangan warga yang mengalami permasalahan sosial di luar daerah.