Marabahan – Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala bersama bidang Rehabilitasi Sosial mengunjungi saudara RS (19 tahun) yang mengalami kecelakaan dan memerlukan perawatan secara medis. Berita ini diperoleh dari Tim Respon Kasus Sentra Budi Luhur Banjarbaru dan BBPKS Banjarmasin pada Rabu, tanggal 21 Desember 2022 telah melakukan assesmen.

A. GAMBARAN KASUS
RS (19 tahun) adalah kurir ojek online (maxim) yang mengalami kecelakaan pada saat bekerja dan memerlukan perawatan secara medis (operasi tulang patah pada paha dan rahang muka) karena keterbatasan biaya.

B. HASIL ASESMEN

  1. Identitas Keluarga
    Identitas Anak
    Nama : Rais Sanjaya
    Usia : 19 Tahun
    NIK : 6304061106030003
    KK : 6304062209200002
    TTL : Tanipah, 11-06-2003
    Alamat : Jl. Nurul Islam 002/002 Bangkit Baru, Kec. Mandastana, Kab. Barito Kuala, Kalsel.

Identitas Orang Tua:
Ayah kandung : Sudirmansyah (Alm)
Ibu : Saprah
NIK : 630466012640001
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

  1. RS (19Tahun) merupakan anak pertama dari 2 bersaudara yang merupakan tulang punggung keluarga. Kejadian ini berawal dari 1 bulan lalu, RS bekerja sebagai supir ojol (maxim) yang menggunakan akun orang lain dan motor pinjaman, ketika bekerja mengantarkan makanan ia mengalami kecelakaan karena kesalahan sendiri (tidak terlalu memperhatikan jalan dan dalam kecepatan tinggi), sehingga menabrak mobil yang berada di depannya. Karena hal tersebut, RS di bawa ke Rumah sakit terdekat oleh korban yang di tabraknya. Karena kejadian ini atas kesalahan RS, akhirnya kedua belah pihak bersepakat untuk mengambil jalur damai dan tidak di proses secara hukum, sehingga untuk berobat pihak Jasa Raharja tidak dapat di klaim dan BPJSnya tidak dapat digunakan.
  2. RS telah berupaya ke rumah sakit Batola untuk berobat dan menggunakan BPJS namun di tolak karena tidak ada surat resmi dari kepolisian dan history medis sebelumnya melalui jalur umum di RS Siloam banjarmasin. Sehingga sampai saat ini RS hanya berobat secara tradisional (Pijat Patah Tulang) dan berobat pada perawat (Mantri) di dekat tempat tinggalnya.
  3. RS saat ini memerlukan biaya operasi yang sangat tinggi (sekitar 50jt lebih belum biaya rawat inap) namun tidak memiliki biaya karena ayahnya telah meninggal dunia, ibunya tidak bekerja dan sedang sakit glukoma dan katarak sehingga tidak dapat melihat dengan jelas dan aktivitasnya terbatas. Adik RS masih sekolah kelas 12 dan untuk sehari-harinya masih dibantu oleh keluarga dekatnya.
  4. Saat ini secara psikologis RS cukup baik dan masih bersemangat untuk berobat agar bisa pulih kembali, namun terkendala oleh biaya operasi.
  5. Keluarga RS pernah mendapatkan bantuan PKH namun terputus ketika RS sudah bekerja dan tidak berksekolah lagi.
  6. RS telah memiliki BPJS PBI yang masuk dalam data Dinas Sosial Kab. Batola.

Intervensi yang Telah Dilakukan:

  1. Sentra Budi Luhur Banjarbaru dan BBPPKS Banjarmasin telah melakukan koordinasi dengan Dinsos Kab. Batola, Kalimantan Selatan.
  2. Sentra Budi Luhur Telah melakukan Assesmen dan penguatan psikologis bagi RS dan Keluarga atas permasalahan yang dihadapinya.
  3. Mengidentifikasi kebutuhan RS selanjutnya.
    Rencana Tindak Lanjut:
  4. Adanya Bantuan dana atau open Donasi dari pihak terkait bagi RS untuk melakukan operasi medis (paha dan rahang Muka).
  5. Adanya bantuan ATENSI dari Sentra Budi Luhur bagi RS berupa Susu untuk tulang dan vitamin untuk proses penyembuhan.
  6. Pihak Dinas Sosial Kab. Batola akan mengupayakan kembali agar keluarga RS masuk dalam program PKH.