ALALAK, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Tahun 2026, yang dipusatkan di Kecamatan Alalak pada Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam mempertajam akurasi pengelolaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di wilayah setempat.
Rakoor kali ini diikuti oleh sedikitnya 87 operator yang berasal dari enam wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Anjir Pasar, dan Kecamatan Alalak.
Dalam sambutan Kepala Dinas, menekankan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah strategis untuk koordinasi, evaluasi, sekaligus penguatan kapasitas teknis bagi para operator. Hal ini mengingat tantangan besar yang dihadapi dalam mengelola aplikasi SIKS-NG yang menjadi pintu utama penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
"Data yang akurat, mutakhir, dan terpadu merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan program Perlindungan Jaminan Sosial dan penanggulangan kemiskinan," tegasnya pembicara saat membuka acara secara resmi.
Berbagai kendala teknis yang kerap ditemui oleh operator di lapangan selama proses pengelolaan data. Melalui forum ini, diharapkan terjadi penyamaan persepsi dan penguatan sinergi antar-operator maupun dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
"Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mewujudkan kualitas data yang lebih valid dan akuntabel sehingga bantuan sosial dapat benar-benar tepat sasaran," tambahnya.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para operator yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga dalam melakukan pemutakhiran data di lapangan. Meski diakui bukan pekerjaan yang mudah, peran operator dinilai memiliki dampak yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan yang diawali dengan pembacaan Basmalah ini berlangsung secara interaktif. Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman guna merumuskan solusi atas kendala-kendala teknis yang sering menghambat kelancaran pemutakhiran data kemiskinan di daerah masing-masing.
Melalui penguatan kapasitas ini, Kabupaten Barito Kuala optimis kualitas tata kelola data sosial akan semakin meningkat, demi terwujudnya pelayanan sosial yang lebih adil dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat.