Kota Palngkaraya, 30 Desember 2024 — Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala (Dinsos Batola) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan sosial, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinsos Batola melakukan studi komparatif ke Dinas Sosial Kota Palangkaraya pada tanggal 29-30 Desember 2024 untuk mempelajari penerapan sistem manajemen mutu berbasis International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015.
Meski selama ini mutu pelayanan Dinsos Batola telah dievaluasi oleh Kemenpan RB, Ombudsman RI, dan MCP KPK, belum pernah ada evaluasi eksternal yang menggunakan standar internasional seperti ISO. Studi komparatif ini bertujuan untuk memahami lebih jauh langkah-langkah penerapan ISO 9001:2015 yang telah berhasil dilaksanakan oleh Dinsos Kota Palangkaraya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinsos Kota Palangkaraya dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak. Delegasi Dinsos Batola dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial, H. Jaya Hidayatullah, S.Sos, didampingi Pekerja Sosial Hary Ridho, S.Sos, Bendahara Pengeluaran Auliya Rahman, SE, serta Analis Rehabilitasi Masalah Sosial Taufiq Yasin Rosyadi, S.IP. Sementara itu, tuan rumah dari Dinsos Kota Palangkaraya diwakili oleh Sekretaris Dinas H. Naimah, M.Si, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Milyana Sarlini, S.P, serta Tim Sertifikasi ISO 9001:2015 lainnya.
Ketua Tim Sertifikasi ISO Dinsos Kota Palangkaraya, Milyana, menjelaskan bahwa sertifikasi ISO 9001:2015 telah menjadi sasaran strategis berkat dorongan pimpinan daerah yang ingin meningkatkan mutu pelayanan melalui standar internasional. Sertifikasi ini juga didukung oleh pengalaman evaluasi mutu dari Kemenpan RB dan Ombudsman RI, yang mempermudah proses pemenuhan dokumen pendukung.
“Evaluasi mutu pelayanan berbasis ISO melibatkan beberapa dokumen yang mirip dengan evaluasi sebelumnya, namun dengan istilah yang berbeda. Pengalaman ini sangat membantu kami memenuhi persyaratan World Quality Assurance (WQA),”_ jelas Milyana.
Dalam diskusi, H. Jaya Hidayatullah menanyakan berbagai aspek penting terkait implementasi ISO, seperti biaya pendampingan, dampak sertifikasi, dan tantangan yang dihadapi. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinsos Kota Palangkaraya menjelaskan bahwa biaya konsultan pendampingan mencapai sekitar Rp100 juta, belum termasuk biaya operasional lainnya. Seluruh anggaran ditanggung melalui APBD.
“Sertifikasi ini berdampak besar pada tertibnya proses bisnis di Dinas Sosial. Namun, tantangan utamanya adalah menyatukan komitmen dan meningkatkan kapasitas SDM internal,”tambahnya.
Selain itu, Dinsos Kota Palangkaraya mempresentasikan berbagai dokumen pendukung seperti sasaran mutu dan instruksi kerja, yang menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi.
H. Jaya Hidayatullah mengungkapkan kekagumannya terhadap dampak positif sertifikasi ISO 9001:2015. “Sertifikasi ini sangat menginspirasi kami. Proses kerja yang terdokumentasi dengan baik akan mempermudah berbagai hal, seperti penyusunan SAKIP dan audit internal maupun eksternal,” ujarnya. Setelah studi komparatif ini, H. Jaya berencana melaporkan hasilnya kepada pimpinan daerah. Jika mendapat persetujuan, Dinsos Batola siap mengejar sertifikasi ISO 9001:2015 untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Di akhir kegiatan, H. Jaya menyampaikan terima kasih atas jamuan dan ilmu yang telah diberikan oleh Dinsos Kota Palangkaraya. Kedua dinas sepakat untuk terus menjalin komunikasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan sosial di wilayah masing-masing.
Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi Dinsos Batola dalam mengejar standar internasional, demi pelayanan yang lebih profesional dan terstandar bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala. (TYR)