Banjarbaru 29 Januari 2026 – Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala melakukan koordinasi dan konsultasi ke Sentra Budi Luhur Kementerian Sosial Republik Indonesia di Banjarbaru dalam rangka persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahap II Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Sentra Budi Luhur memaparkan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang telah berjalan, termasuk perbedaan mekanisme penetapan kelas antara Sekolah Rakyat Perintis dan Tahap II. Untuk Tahap II, sistem pembelajaran akan menggunakan mekanisme multi entry–multi exit, sehingga peserta didik dapat menyesuaikan jenjang berdasarkan hasil asesmen.
Selain itu, disampaikan pula bahwa proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat perlu mengantisipasi pemeriksaan kesehatan yang akan melibatkan kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Sentra Budi Luhur Kemensos RI menyatakan kesiapan untuk mendukung Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala dalam proses rekrutmen calon siswa.
Kepala Sekolah Rakyat juga berbagi pengalaman terkait pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang pada pelaksanaannya melibatkan unsur TNI dalam kegiatan latihan dasar pembentukan karakter siswa.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala berharap persiapan Sekolah Rakyat Tahap II dapat dilaksanakan secara lebih matang, terkoordinasi, dan tepat sasaran demi meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.