Banjarmasin, 19 November 2024 – Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menghadapi krisis kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 18–19 November 2024, bertempat di Hotel Harper Banjarmasin.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, termasuk dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setiap instansi turut berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya penguatan sistem penanggulangan krisis kesehatan di daerah masing-masing.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan setiap instansi dalam menghadapi krisis kesehatan serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, sehingga kedepannya dapat merumuskan langkah strategis.
Sebagai bagian dari evaluasi, Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, misalnya, diminta menyerahkan data penyandang disabilitas dan gangguan jiwa periode Januari–Oktober 2024. Data ini akan digunakan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih terintegrasi.
Adapun agenda dalam kegiatan ini meliputi pembahasan kebijakan, hingga diskusi kelompok terarah (FGD) mengenai sinkronisasi data bencana, disabilitas, gangguan jiwa, serta prosedur penyaluran logistik. Pada hari kedua, peserta juga menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di daerah masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh instansi di Kalimantan Selatan semakin siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam situasi krisis. Kolaborasi lintas sektor yang kuat menjadi kunci untuk memberikan respon cepat dan efektif terhadap berbagai ancaman kesehatan di masa depan. (TYR)