Jakarta, 21 November 2024 – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah, Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala mengirimkan Pengurus Barang dan Pembantu Pengurus Barang untuk berpartisipasi dalam Workshop Aplikasi Teknologi Informasi Siklus Barang Daerah (ATISISBADA). Acara ini diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan berlangsung di Yuan Garden Hotel, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Pj Bupati Barito Kuala, Dinansyah, S.Sos., MM, secara resmi membuka workshop dengan menekankan pentingnya tata kelola aset daerah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Dalam penilaian MCP KPK, pengelolaan aset di daerah kita masih tergolong rendah. Bahkan, di banyak daerah lain, pengelolaan aset masih menjadi momok. Oleh karena itu, pelatihan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola barang milik daerah dan meningkatkan akuntabilitas.”
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi yang membahas modul penting, di antaranya Perencanaan dan penerimaan barang, Penatausahaan dan pelaporan aset, Pemeliharaan, penghapusan, serta sensus barang, Implementasi teknologi barcode untuk manajemen barang daerah.
Kepala Dinas Sosial, H. Jaya Hidayatullah, S.Sos., menugaskan Pengurus Barang dan Pembantu Pengurus Barang sebagai perwakilan resmi untuk menghadiri workshop ini. Dalam sesi diskusi, mereka aktif bertanya, termasuk mengenai tata cara unggah foto barang pengadaan baru berbentuk paket dengan rincian barang yang banyak serta prosedur penerimaan aset tak berwujud.
Selain memperdalam pemahaman teknis, para peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan perwakilan dari perangkat daerah lain, memperkaya wawasan mereka dalam tata kelola aset daerah.
Workshop ATISISBADA diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola barang daerah dengan dukungan teknologi informasi. “Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh dalam workshop ini guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” ujar Muhammad Firdan Ronady, Pengurus Barang pembantu Dinas Sosial perwakilan Dinas Sosial.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup oleh panitia dengan penekanan pada pentingnya implementasi ilmu yang telah dipelajari. Para peserta kembali ke instansi masing-masing dengan membawa pemahaman baru yang siap diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan aset daerah. (TYR)