Banjarbaru – Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Kerja Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Komplek Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi, perwakilan kementerian/lembaga, TNI/Polri, BMKG, serta kepala perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam arahannya, Gubernur Kalimantan Selatan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang tinggi dinilai berpotensi menimbulkan bencana, sehingga pemerintah daerah diminta untuk terus memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Meskipun status tanggap darurat belum menjadi opsi saat ini, Gubernur mengimbau agar penetapannya dipertimbangkan secara cermat berdasarkan kondisi lapangan.

Gubernur juga menegaskan pentingnya sinkronisasi data korban banjir antar perangkat daerah, Kodim, dan Polda agar tidak terjadi perbedaan data. Selain itu, disampaikan pula laporan dari Bupati Barito Kuala terkait kondisi muara Sungai Alalak yang mengalami penyempitan akibat aktivitas usaha kayu, yang diyakini berkontribusi terhadap terjadinya genangan air di wilayah sekitar.

Sementara itu, Danrem 101/Antasari menyampaikan bahwa terdapat informasi rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke wilayah Sungai Tabuk, sedangkan kondisi banjir di Kabupaten Balangan dilaporkan mulai surut. Adapun terkait kunjungan Presiden Republik Indonesia, hingga saat ini belum terdapat kepastian resmi. Namun, objek kunjungan Presiden diperkirakan akan berkaitan dengan agenda strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Merah Putih.

Perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia turut memaparkan bahwa Menteri Sosial sebelumnya telah menyampaikan rencana kehadiran Presiden dalam agenda peluncuran Sekolah Rakyat. Meskipun jadwal kunjungan Presiden belum dapat dipastikan, Kementerian Sosial tetap melakukan langkah-langkah antisipatif dengan menyiapkan konsep, materi, dan rundown kegiatan. Diperkirakan jumlah peserta pada kegiatan peluncuran Sekolah Rakyat tersebut mencapai sekitar 2.080 orang.

Dari sisi kebencanaan, BMKG menjelaskan bahwa puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Selatan terjadi pada bulan Januari dengan cakupan sekitar 24,7 persen wilayah. BMKG juga menyampaikan bahwa fenomena La Niña diperkirakan melemah pada pertengahan tahun, meskipun potensi hujan masih dapat terjadi hingga bulan Februari. Untuk satu minggu ke depan, cuaca diprediksi didominasi hujan sedang, dengan peningkatan hujan lebat pada 7 Januari serta potensi hujan disertai kilat dan angin kencang hingga 13 Januari 2026.

Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala berkomitmen untuk terus menyelaraskan data sosial dan kebencanaan, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta bersiaga mendukung agenda nasional dan upaya perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok rentan, apabila kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kalimantan Selatan dapat dipastikan pelaksanaannya.