Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala melalui Bidang Rehabilitasi Sosial melaksanakan pendampingan dan pengantaran penyandang disabilitas, Hendro Saputra, warga Kecamatan Marabahan. Kegiatan ini bertujuan untuk fitting tangan palsu yang akan diterima Hendro sebagai calon penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Proses fitting berlangsung di Sentra Budi Luhur @sentra_budiluhur_banjarbaru , Kota Banjarbaru, pada Sabtu, 16 November 2024. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuran awal yang telah dilakukan sebelumnya, pada 19 Oktober 2024, di tempat yang sama. Proses fitting bertujuan untuk memastikan kecocokan dan kenyamanan alat bantu tersebut sesuai dengan kebutuhan Hendro, yang rencananya akan diberikan modal berjualan nasi goreng.
“Saat fitting, saya pastikan semua hal yang dirasa kurang pas saya informasikan ke teknisi tangan palsu. Tadi saya sampaikan bahwa bagian sendi siku tangan palsunya harus bisa digerakkan agar bisa membantu saya berjualan nasi goreng,” ujar Hendro seusai proses fitting. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Sosial Barito Kuala yang telah dua kali mendampinginya selama proses pengukuran dan fitting berlangsung.
Hendro mengungkapkan rasa optimisnya bahwa tangan palsu yang disesuaikan ini akan mendukung aktivitas sehari-harinya, termasuk untuk membantu pekerjaan utamanya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Barito Kuala – H. Ida Royani, S.AP menjelaskan bahwa pendampingan dan pengantaran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di Kabupaten Barito Kuala. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima, khususnya dalam mendukung kemandirian mereka,” ungkapnya.
Setelah fitting ini, langkah berikutnya adalah proses serah terima alat bantu yang dijadwalkan berlangsung di Aula Sentra Budi Luhur. Petugas Sentra Budi Luhur menyebutkan bahwa serah terima ini kemungkinan besar akan dilaksanakan dalam beberapa minggu mendatang, menunggu penyelesaian akhir dari pembuatan tangan palsu tersebut.
Melalui program ATENSI, Kementerian Sosial dan pemerintah daerah terus berupaya untuk memberikan bantuan dan fasilitas terbaik kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, agar mereka dapat menjalani hidup yang lebih bermartabat dan produktif. (TYR)