
Kegiatan rembug stunting dilaksanakan di Aula Mufakat Setdakab Barito Kuala pada Kamis (16/06/2022)
Dalam rangka penurunan stunting (anak kerdil) di Wilayah Kabupaten Barito Kuala, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kembali melaksanakan rembug stunting. Kegiatan rembug stunting dilaksanakan di Aula Mufakat Setdakab Barito Kuala pada Kamis (16/06/2022)
Rembug stunting yang dilaksnakan ini juga menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam acara yang juga dihadiri Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor, Kadiskes dan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel/mewakili, Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor, para Asisten Setdakab Batola, SKPD terkait, dan para camat lokus stunting.
Bupati Barito Kula HJ. Noormilyani menyampaikan intervensi untuk pencegahan stunting ada dua yakni intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Terkait intervensi gizi spesifik berupa tindakan langsung terhadap penyebab dengan memberikan asupan makanan bergizi melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Bagi Ibu Hamil dan Balita (Permata Bunda), pencegahan infeksi, penyakit menular dan kesehatan lingkungan yang pengaruhnya mencapai 30 persen terhadap penanganan stunting.
Sedangkan intervensi gizi sensitif, melalui program-program kesehatan berupa kegiatan rutin pelayanan dasar bidang kesehatan bagi masyarakat seperti pemberian tablet tambah darah, imuniasi, pemberian ASI ekslusif, PHBS, dan lainnya. Sedangkan jangka panjangnya melalui program ketahanan pangan, pembangunan tempat tinggal layak, akses sanitasi dan air bersih, bantuan sosial dan jaminan kesehatan, serta program pemulihan ekonomi melalui program padat karya yang dikolaborasikan dengan program bedah kampung terintegrasi.
Dengan adanya program dari Bupati Barito Kuala yakni Permata Bunda stunting di Batola mengalami tren penurunan dimana tahun 2020 kasus stunting 16,86 persen dengan target nasional 24,1 persen, tahun 2021 sebanyak 14,26 persen dengan target nasional 21,1 persen, dan pada tahun 2022 sebanyak 12,56 persen dengan target nasional 18,4 persen.
Dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini sangat penting untuk melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting. Bupati Batola menekankan, tahun 2022 ini 30 desa lokus stunting di Batola harus dilakukan percepatan penurunan stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan di desa masing-masing .